Kami Para Guru Pendidikan Agama Hindu dan Penyuluh Agama Hindu Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Mengucapkan: " DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 75 TAHUN 2020 - 17 AGUSTUS 2020. INDONESIA MAJU🇮🇩🙏🙏✊✊
MOTTO
RUKUN DAMAI
INTELEKTUALITAS TANPA SILAYUKTI TANPA GUNA
Disaat pengetahuan hanya menjadi sebuah ajang untuk menunjukkan intelektualitas, kewibaan, kekuasaan, kebijaksanaan...yang berujung pada rusaknya moralitas dan kedamaian kehidupan....Saraswati dalam keheningan bertanya-tanya kepada Ia atau mereka yang seperti itu...?. Aparan ta prayojananika ring hurip, ring wibhawa, ring kaprajnan, apan wyartha ika kabeh, yan tan tan hana SILAYUKTI. (Sarasamuccaya 160)
WEBSITE UTAMA KANKEMENAG KABUPATEN KONAWE
Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten dengan alamat : "www.simadu.info", adalah Website Utama sebagai Pusat Bank Data dan Informasi bagi seluruh satker di Lingkup KanKemenag Kab. Konawe. Sedangkan Website Satker Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kemenag Kab. Konawe adalah website jejaring yang terintegrasi dengan Website Utama KanKemenag Kab. Konawe. Klik gambar pada link ini untuk menuju ke Website Utama KanKemenag Kab. Konawe
Minggu, 16 Agustus 2020
Jumat, 01 November 2019
Minggu, 27 Oktober 2019
Monografi Singkat Tempat Ibadah "PURA" di Desa Pakraman Ulumeraka - Desa Ulumeraka Kec. Onembute Kab. Konawe
Monografi Singkat Tempat Ibadah "PURA"
Di Desa Pakraman Ulumeraka - Desa Ulumeraka Kec. Onembute Kab. Konawe Prov. Sulawesi Tenggra
Pura Desa Puseh Panca Sari beralamat di Jalan Jeli
Desa Ulumeraka Kec. Onembute Kab. Konawe Propinsi Sulawesi tenggara.
Pura ini terletak sekitar kurang lebih 50 Km dari kota Unaaha / Konawe di mana Pura ini di sungsung oleh 28 kepala
Keluarga dengan jumlah total 116 Jiwa
yang mayoritas Warga Masyarakatnya sebagai Petani. Luas areal pura kurang lebih
3,5 Hektar (3.500 M2). Pada saat dilakukan Pendataan tercatat sebagai Ketua
Adat adalah Komang Artana dan Parisada desa I yoman Tirta. Eksis tensi pura
Desa puseh Panca Sari yang didirikan pada Tahun 1984 yang merupakan ikatan
religus masyarakat / warga Transmigrasi Desa Ulumerka pada saat itu. Pura desa
puseh Panca Sari Desa Ulumeraga di Fungsikan
sebagai pura tri kayangan.
Pada Tahun 2000, telah dilakukan rehab total
meliputi Padma sari yang dilakukan Swadaya Mayarakat , dan Pelinggih
Gedong.Puja wali dilaksanakan Pada Purnama kapat sebagai juru Sapuh atau pemangku di Pura
tersebut adalah Jm. I Made Pugra.
Jumat, 11 Oktober 2019
Proyek Perubahan (Proper ) SIMADU - Oleh : H. Ahmad Lita Rendelangi, S.Ag. M.Pd.
PROYEK PERUBAHAN (PROPER)
OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK
PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KONAWE
MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DATA TERPADU
(SIMADU)
![]() |
Oleh : Project Leader H. Ahmad Lita R., S.Ag., M.Pd. ( Kepala Kantor Kemenag Kab. Konawe ) |
ABSTRAK
Guna mengoptimalkan pelayanan publik pada Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Konawe dibutuhkan sebuah Manajemen Informasi dan Data.
Proyek Perubahan melalui Sistem Infomasi Manajemen Data Terpadu (SIMADU) merupakan
salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mengoptimalkan pelayanan publik.
SIMADU merupakan bagian terpenting dari proses manajemen ataupun pengelolaan Informasi
dan Data, oleh karena itu dalam setiap upaya peningkatan pengelolaan Informasi
dan Data tidak bisa dilepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan
eksistensi Informasi dan Data yang
dimulai dari masing-masing satuan kerja (satker) yang kemudian bermuara pada
terpusatnya Informasi dan Data sebagai Bank Informasi dan Data secara terpadu
dan terintegrasi pada Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
Optimalisasi Pelayanan Publik Pada Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Konawe MelaluiSIMADU adalah Proyek Perubahan dalam bentuk
pembuatan fitur atau konten Informasi dan Data dari semua satker yang
dimasukkan ke dalam aplikasi SIMADU yang terintegrasi pada Website http://www.simadu.info dan Media Informasi / kehumasan Online yang
diberinama BAWONO yang berfungsi dan bertujuan sebagai media publish dan
pelayanan dibidang Informasi dan Data kepada publik. Disamping sebagai alat
untuk menyimpan Informasi dan Data juga sebagai alat untuk dimulainya
otentikasi fisik Informasi dan Data dokumen secara menyeluruh dari semua satker
pada Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe.
![]() |
| Gbr. Photo Mentor (Kanan ) dan Project Leader (Kiri ) Dok. LPP SIMADU- Tim Efetif SIMADU & BAWONO Media Informasi KanKemenag kab. Konawe |
Kualifikasi berjangka dari Optimalisasi Pelayanan
Publik Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe MelaluiSIMADU, ini adalah
Tersedianya Sistem Manajemen Informasi dan Datasecara terpadu dan terintegrasi secara
menyeluruh dari semua satker melalui SIMADU. Jangka Menengah terwujudnya
penerbitan dan penetapan SOPModel Desain Aplikasi SIMADU pada Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Konawe baik yang sudah maupun yang belum terkoneksi
dengan Website Utama SIMADU dan BAWONO. Sedangkan Jangka Panjang adalah terwujudnya
seluruh satker yang ada di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe memiliki
website jejaring dan admin/operatorsebagai kontributor Informasi dan Data yang
telah terkoneksi dengan Website Utama SIMADU dan BAWONO Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Konawe.
Minggu, 06 Oktober 2019
Kidung Suci - Kirthanam " Om Gam Ganapataye Namah"
Kidung Suci - Kirthanam "OM GAM GANAPATAYE NAMAH"
Editing Video : I Nengah Smendra
Bija Kasawur - Post By Bindu Konawe
Rabu, 02 Oktober 2019
Video Kirthanam "Om Tat Sat"
Editng Video Bijakasawur Oleh INS
Minggu, 22 September 2019
Teologi ( Brahmawidya ) - "Upaya Manusia Memahmi Tuhan Menurut Hindu"
TEOLOGI ( BRAHMAWIDYA ) :
UPAYA MANUSIA MEMAHAMI TUHAN MENURUT HINDU *)
Oleh : Bindu Konawe - INS *)
Tuhan… Tuhan… Tuhan…, begitulah
sejak awal, pertengahan dan sampai akhir putaran zaman nanti (maha yuga), pada dimensi rohani manusia
terus dalam pencarian makna tentang hakekat Tuhan. Namun kerapkali dijumpai
tidak sedikit dari manusia di muka bumi ini merancukan Tuhan dengan agama. Pernyataan
ini dikemukakan karena banyak hal buruk telah dilakukan oleh tidak sedikit
manusia atas nama agama dan atas nama Tuhan. Bahkan tanpa disadari Tuhan sesungguhnya
berada jauh melampaui semua hal ‘ini’
dan ‘itu’. Tuhan jauh melampaui intuisi
pikiran dan hati manusia, jauh melampaui imajinasi manusia, jauh melampaui daya
cipta karsa manusia, dan jauh pula melampaui kedigjayaan dan kesombongan manusia.
Walaupun telah banyak yang menyadari hal ini, tetapi masih banyak pula dijumpai
manusia atas nama Tuhan dan agama seakan-akan paling kenal dan dekat dengan
Tuhan. Masih dijumpai pula dalam berbagai penganut agama mengklaim bahwa nama
Tuhan yang paling tepat ada dalam bahasa agama mereka. Saling klaim-mengklaim
nama Tuhan semacam ini menunjukkan bahwa agama dijadikan barang dagangan dengan
kualitas yang paling No.1, padahal Tuhan Maha Sempurna tanpa harus dipromosikan
dengan kesempurnaan. Meyakini dan menerapkan ajaran agama adalah upaya untuk
mendekatkan diri dan memahami Tuhan. Bukan justru dijadikan ajang untuk
menjauhkan diri dan melakukan pengingkaran terhadap segala Maha Tuhan itu
sendiri. Mari
berlomba berbuat kebajikan (dharma) untuk kedamaian semesta.
Meru Sadhana Puja Terhadap Ibu Bapak Alam Semesta
MERU SADHANA PUJA TERHADAP IBU BAPAK SEMESTA
![]() |
| Gbr. Meru - Desain By Bindu Konawe |
Nutana-begitulah ikhtiar peremajaan yang bersifat universal dan berkesinambungan terhadap aktualisasi nilai-nilai Tattwa dalam pendekatan filosofis simbolik (Nyasa).
Pada desain Grafis "Meru" ini, menurut Bindu Konawe berdasarkan sumber yang dipahami, bahwa Meru berasal dari dua akar kata Me dan Ru, Me ngaran Meme ngaran Ibu ngaran Pradhana Tattwa, Ru ngaran Guru ngaran Bapa ngaran Purusa Tattwa. Meru bermakna filosofis Cikal Bakal Seluruh Semesta Alam. Meru bermakna Ibu Bapak Semesta Alam yang menyelimuti seluruh partikel Atom Alam Semesta.
Pada dimensi yang lain Desain Grafis ini adalah sebuah ikhtiar mengaktualisasikan nilai-nilai yoga, Rsi Patanjali dalam subhacitta yogasutra-nya berpesan "Citta Vrtti Nirodhah" - Stabilnya Gelombang Pikiran. Melalui media desain grafis adalah upaya mewujudkan itu menurut cara Bindu Konawe.
Om Subhamastu-Unaaha, 22/09/2019-INS.
Nawa Dewata - Desain By Bindu Konawe
NAWA DEWATA
![]() |
| Gbr. Nawa Dewata |
Sadhana Umat Hindu di Nusantara tidak terlepas dari Dasar Tattwa Nawa Dewata. Nawa Dewata di-imanensi-kan melalui Puja Mantra, Gita Aji Kembang, dan Acara (Upacara-Upakara) Caru, dst. Filosofis Simbolik Nyasa yang bermakna keseimbangan, harmonis, damai sentosa dalam macrocosmos dan microcosmos. Unaaha, 22/09/2019-INS.
Sabtu, 21 September 2019
Rangkuman : "Kanda dalam Itihasa Ramayana"
Rangkuman :
“KANDA DALAM
ITIHASA RAMAYANA” *)
Dirangkum oleh : Bindu Konawe *)
![]() |
| Rama-Sita-Laksamana-Hanoman Dandavat Pranam |
Om Swastyastu,
Semoga pikiran yang baik (satya) datang dari segala penjuru.
Bijawa Kasawur, inilah istilah nama untuk men-sinonim-kan bahwa benih benih
tutur kebajikan dan kesucian bertaburan dimana-mana seperti istilah bunga
rampai yang telah ada selama ini. Rangkuman Itihasa
Ramayana pada setiap Kanda ini
hanya upaya mendokumentasikan subhacitta
tutur dari berbagai sumber yang telah ada. Mendokumentasikan dan
membagikannya kembali adalah panggilan untuk menindaklanjuti sraddha bhakti
bahwa mewartakan dharma ataupun ajaran-jaran kesucian yang bersumber dari kita
suci adalah yajna dan kwajiban yang
utama (paramodharmah). Berikut
subhacita tutur yang tertuang dalam tulisan yang dirangkum untuk tujuan
pembelajaran diri secara individual dan secara social atas semangat dari
ikhtiar dapat menjadi insan yang paramodharmah.
Berikut rangkuman yang dikutip dari sumber yang telah ada,
baik itu yang telah ditulisan dalam buku-buku pembelajaran disekolah ataupun
sumber tertulis yang lainnya, yang intinya hampir sama dan tujuannya sama untuk
mewartakan ajaran kebenaran dan kesucian yang terkandung dalam kitab suci Veda.
Tutur Blog Bagian 1 : " Kerangka Dasar Agama Hindu "
Tutur Blog Bagian 1 :
“Kerangka Dasar Agama Hindu“ *)
Oleh : I Nengah Sumendra *)
Ajaran agama Hindu dibangun dalam tiga kerangka dasar,
yaitu tattwa, susila, dan acara agama. Ketiganya adalah satu kesatuan integral
yang tak terpisahkan serta mendasari tindak keagamaan umat Hindu. Tattwa adalah
aspek pengetahuan agama atau ajaran-ajaran agama yang harus dimengerti dan
dipahami oleh masyarakat terhadap aktivitas keagamaan yang dilaksanakan. Susila
adalah aspek pembentukan sikap keagamaan yang menuju pada sikap dan perilaku
yang baik sehingga manusia memiliki kebajikan dan kebijaksanaan, wiweka jnana. Sementara
itu aspek acara adalah tata cara pelaksanaan ajaran agama yang diwujudkan dalam
tradisi upacara sebagai wujud simbolis komunikasi manusia dengan Tuhannya.
Acara agamaadalah wujud bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widdhi Wasa dan seluruh
manifestasi-Nya. Pada dasarnya acara agama dibagi menjadi dua, yaitu upacara
dan upakara. Upacara berkaitan dengan tata cara ritual, seperti tata cara
sembahyang, hari-hari suci keagamaan (wariga), dan rangkaian upacara (eed).
Sebaliknya, upakara adalah sarana yang dipersembahkan dalam upacara keagamaan.
Jumat, 20 September 2019
Tutur Blog Bagian 2 - "Tattwa"
TUTUR BLOG BAGIAN 2 : "TATTWA" *)
![]() |
Oleh : I Nengah Sumendra *)
Sisya :
Om Swastyastu Guru.
Acharya :
Om Swastyastu Ananda.
Sisya :
Guru. Rasa
keingintahuan ananda tentang ajaran Agama Hindu semakin bergejolak dalam
sanubari ananda Guru. Mohon kiranya Guru berkenan memberikan penjelasan
terhadap beberapa pertenyaan yang ada dalam benak ananda sekarang. Pertama,
apakah yang menjadi dasar keimanan sebagai pemeluk Agama Hindu ?.
Acharya:
Semangat
keingintahuan ananda sangat baik. Seperti penjelesan di awal, sebagai penganut
atau pemeluk Agama Hindu yang baik serta memiliki sraddha dan bhakti yang kuat
maka hal yang paling mendasar yang harus ditanamkan dalam dirinya adalah
prinsip prinsip dasar keimanan (tattwa), kebajikan (susila) dan perilaku keagamaan
(acara) Hindu. Pertama yaitu Tattwa Hindu, adalah prinsip dasar keimanan yang
bersumber dari sabda/wahyu pramana, maksudnya yaitu bahwa sumber keimanan atau
tattwa Agama Hindu itu bersumber dari kitab suci Weda yang keberadaan dan
kebenarannya diyakini sebagai wahyu langsung dari Brahman/Ida Sang Hyang Widhi
Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Sesuai dengan tattwa agama Hindu bahwa dasar
Sraddha itu mencakup lima hal dasar yang disebut Panca Sraddha, yaitu Percaya
terhadap adanya Brahman, Percaya terhadap adanya atman, Percaya terhadap adanya
karmaphala, Percaya terhadap adanya punarbhawa dan Percaya terhadap adanya
moksa.
Sisya :
Matur
suksma
atas penjelasannya Guru. Om Santih, Santih, Santih Om.
Acharya :
Om Santih, Santih,
Santih Om
|
A. Pengertian Tattwa Hindu
Agama
Hindu mempunyai kerangka dasar kebenaran yang sangat kokoh karena dibangun atas
dasar prinsip-prinsip dasar kemimanan tattwa, susila dan acara yang masuk akal
dan konseptual. Konsep pencarian kebenaran yang hakiki di dalam agama Hindu
diuraikan dalam ajaran filsafat yang disebut Tattwa. Banyak sumber yang telah
yang memberikan pengertian tentang tattwa sebagai dasar untuk memahami apa pengertian
dari tattwa itu. Dari beberapa sumber yang ada bahwa arti dari tattwa di
antaranya yaitu bahwa; Tattwa berarti thatness, itu sendiri atau hakikat.
Tattwa berarti sifat kodrati. Tattwa berarti unsur. Tattwa berarti kebenaran
atau segala sesuatu yang bersumber dari kebenaran. Tattwa berarti ajaran
Ketuhanan yang merupakan landasan ajaran agama.Tattwa berarti dasar keimanan
atau kepercayaan kepada Tuhan yang merupakan dasar bagi agama ataupun pemuluk
agama. Tattwa berarti cara kita melaksanakan ajaran agama dengan mendalami
pengetahuan dan filsafat agama. Tattwa berasal dari bahasa sansekerta terdiri
dari unsur kata tat yang artinya “Itu” atau “Ke-Itu-an, twa artinya bersifat
atau mengandung, memiliki makna pengetahuan mendasar ajaran Hindu untuk
mengenal dan mendekatkan diri pada sifat-sifat yang bercitra “Ke-Itu-an” yakni
Ke-Tuhanan.
Dari
beberapa pengertian di atas dapat diambil sebuah pengertian bahwa tattwa
berarti ajaran tentang hakekat Ketuhanan yang merupakan landasan dari ajaran
Agama Hindu dan menjadi dasar bagi agama Hindu serta pemeluknya dalam melaksanakan
ajaran agama dengan cara mendalami pengetahuan dan filsafat agamanya.Tattwa yang
dimaksud adalah ajaran kebenaran atau hakekat kebenaran dharma yang bersumber
dari pustaka suci Weda.
Tattwa
begitu diyakini kebenarannya karena merupakan perwujudan dari wahyu/sabda
pramana. Tattwa memiliki dimensi keyakinan yang terdapat dalam filsafat, dimana
filsafat merupakan pergumulan pemikiran yang tidak pernah final, sementara
tattwa adalah pemikiran filsafat yang bermuara pada sebuah keyakinan yang harus
diyakini kebenarannya. Namun demikian bukan berarti filsafat tidak boleh
mempertanyakan kebenaran tentang sebuah pernyataan ataupun Ke-Itu-an. Sehingga
dalam hal ini tattwa tidak dapat didefenisikan sebagai filsafat secara an sich,
tetapi lebih tepat sebagai dasar keyakinan ( teologi ) dalam agama Hindu.
Terhadap
ajaran tattwa yang demikian itu dapat ditelusuri dari kitab-kitab agama Hindu.
Sebagai dasar keyakinan, maka tattwa dalam agama Hindu yang telah populer
selama ini adalah mencakup lima hal dasar yang disebut Panca Sraddha atau Panca
Tattwa, yaitu Widhi Tattwa, Atma Tattwa, Karmaphala Tattwa dan Moksa Tattwa. Panca
Sraddha tak ubahnya sebagai batang tubuh atau dasar dari tattwa-tattwa yang ada
dalam agama Hindu. Namun demikian perlu dipahami bahwa masih banyak
tattwa-tattwa yang lain dalam agama Hindu yang membutuhkan penjabaran dan
pembahasan secara menyeluruh dan mendalam (Komprehensip).
B.
Tujuan Memahmi Tattwa Hindu
Ajaran
agama Hindu dibedakan menjadi Tattwa, Susila, dan Acara. Ketiga bagian ini
tidak dapat dipisah-pisahkan. Seseorang yang hanya mengetahui Tattwa tanpa
mengetahui etika dan cara tidak dapat disebut pemeluk agama Hindu yang baik.
Demikian juga orang yang hanya bersusila atau melaksanakan ibadah saja tanpa
mengetahui tattwa akan menjadi pemeluk agama yang tidak tangguh atau
keimanannya mudah rapuh.
Ketiga dari prinsip-prinsip dasar ajaran agama Hindu yang meliputi
prinsip dasar keimanan terhadap tattwa/filsafat Hindu, prinsip dasar keimanan terhadap
kebajikan/susila Hindu, dan prinsip dasar keimanan terhadap perilaku (sadhana) dan acara keagamaan Hindu merupakan pilar dan menjadi
dasar pijakan yang harus dipedomani dan dipahami serta diamalkan secara baik
dan benar bagi setiap pemeluk agama Hindu. Atas dasar itu maka keimanan
terhadap tattwa menjadi hal mutlak dibutuhkan untuk dipedomani dan dipahami
agar pemeluk agama Hindu dapat melaksanakan aktivitas keberagamaannya
sehari-hari dengan baik dan benar. Memahami
tattwa bertujuan agar pemeluk agama Hindu memiliki kerangka dasar atau landasan
yang benar dan kuat tentang pengetahuan atau hakekat kebenaran dan filsafat
agama Hindu yang bersumber dari pustaka suci Weda yang diyakini sebagai kitab
suci agama Hindu. (INS)
Kamis, 19 September 2019
Selayang Pandang SIMADU dalam RPP Project Leader KanKemenag Kab. Konawe
SELAYANG PANDANG SIMADU DALAM RPP
PROJECT LEADER KANKEMENAG KABUPATEN
KONAWE *)
![]() |
| Gbr. Photo Dukungan Wakil Bupati Konawe (Kanan) H. Ahmad Lita R. ( Reformer) |
Bismillahirrahmanirrahim, Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas ridho dan rahmatNya, penulis dapat melaksanakan Rancangan Proyek Perubahan
(RPP) dengan Tema “Optimalisasi
Pelayanan Publik Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Melalui Sistem
Informasi Manajemen Data Terpadu (SIMADU)”, yang merupakan kewajiban project
leader bagi seluruh peserta diklat tindak lanjut dari tugas tugas akhir Diklat Kepemimpinan
Tingkat III Angkatan LIX pada Pusdiklat Tenaga Administrasi Badang Litbang dan
Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) Tahun 2019.
Pada kesempatan ini,
penulis berkeinginan untuk mendokumentasikan secara tertulis apa yang menjadi
semangat atau spirit dari RPP yang sedang dilaksanakan pada Unit Kerja Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Konawe dengan Judul “Selayang Pandang Sistem
Informasi Manajemen Data Terpadu yang disingkat SIMADU dalam RPP Project Leader
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara”.
Rabu, 18 September 2019
Form Data Siswa Siswi Hindu di Kabupaten Konawe
Form Data Siswa Siswa-Siswi Hindu
di Kabupaten Konawe, sebagai berikut :
a) Rayon Kecamatan;
b) Jenjang dan Nama Sekolah;
c) Tingkat Kelas;
d) Nama dan Jumlah Siswa;
e) Guru Pengajar.
a) Rayon Kecamatan;
b) Jenjang dan Nama Sekolah;
c) Tingkat Kelas;
d) Nama dan Jumlah Siswa;
e) Guru Pengajar.
RAYON KECAMATAN UNAAHA
A. Jenjang
SMA/SMK :
1. SMK
Negeri 1 Unaaha
Data Daftar Nama Siswa-Siswi
Hindu SMKN 1 Unaaha - Dokumen Penyelenggara Bimas Hindu Kantor
Kemenag Kabupaten Konawe Tahun 2019. Silahkan unduh dan lihat filenya di
link ini :
Data Siswa Hindu SMKN
1 Unaaha Kls X: Download )
Data Siswa Hindu SMKN
1 Unaaha Kls XI: Download )
Data Siswa Hindu SMKN1 Unaaha Kls
XII: Download )
2. SMK
Negeri 2 Unaaha
Data Daftar
Nama Siswa-Siswi Hindu SMKN 2 Unaaha - Dokumen Penyelenggara Bimas Hindu Kantor
Kemenag Kabupaten Konawe Tahun 2019. Silahkan unduh dan lihat filenya di
link ini :
Data
Siswa Hindu SMKN 1 Unaaha Kls X : ………….. )
Data
Siswa Hindu SMKN 1 Unaaha Kls XI : …………. )
Data
Siswa Hindu SMKN 1 Unaaha Kls XII : ………… )
3. SMA
Negeri 1 Unaaha
Data Daftar
Nama Siswa-Siswi Hindu SMAN 1 Unaaha - Dokumen Penyelenggara Bimas Hindu Kantor
Kemenag Kabupaten Konawe Tahun 2019. Silahkan unduh dan lihat filenya di
link ini :
Data
Siswa Hindu SMAN 1 Unaaha Kls X : ………. )
Data
Siswa Hindu SMAN 1 Unaaha Kls XI : ……… )
Data
Siswa Hindu SMAN 1 Unaaha Kls XII : ……... )
4. SMA
Negeri 2 Unaaha
Data Daftar
Nama Siswa-Siswi Hindu SMAN 1 Unaaha - Dokumen Penyelenggara Bimas Hindu Kantor
Kemenag Kabupaten Konawe Tahun 2019. Silahkan unduh dan lihat filenya di
link ini :
Data
Siswa Hindu SMAN 2 Unaaha Kls X : ……. )
Data
Siswa Hindu SMAN 2 Unaaha Kls XI : …… )
Data
Siswa Hindu SMAN 2 Unaaha Kls XII : …... )
5. SMK
Kesehatan Unaaha
Data Daftar
Nama Siswa-Siswi Hindu SMAN 1 Unaaha - Dokumen Penyelenggara Bimas Hindu Kantor
Kemenag Kabupaten Konawe Tahun 2019. Silahkan unduh dan lihat filenya di
link ini :
Data
Siswa Hindu SMKKesehatan Unaaha Kls X : ... )
Data Siswa Hindu SMKKesehatan Unaaha Kls XI : .. )
Data Siswa Hindu SMKKesehatan Unaaha Kls XII : . )
B. Jenjang SMP :
B. Jenjang SMP :
C. Jenjang SD :
- SMPN 1 Unaaha
- SMPN 2 Unaaha
- SDN 1 Ambekairi
- SDN Tumpas
- SDN Niranuang
RAYON KECAMATAN UEPAI
A. Jenjang SMA/SMK :
SMA Negeri 1 Uepai
Data Daftar Nama Siswa-Siswi Hindu Kelas X, XI dan XII SMA N 1 Uepai - Dokumen Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Konawe Tahun 2019. Silahkan unduh dan lihat filenya di link ini :
Data Siswa Hindu SMAN 1 Uepai Kls X, XI dan XII : Download )
B. Jenjang SMP :
C. Jenjang SD :
Bersambung………!
Catatan:
Seterusnya
form data masih terus bersambung sesuai Rayon Kecamatan, Jenjang dan Nama
Sekolah, Tingkat Kelas, Nama dan Jumlah Siswa, Guru Pengajar. Akan diupdate dan
di Edit Entri datanya sesuai dengan data yang telah masuk.
Form Data Guru Pendidikan Agama Hindu ( PAH ) - PNS dan Non PNS
1. Guru Pendidikan Agama Hindu PNS
- Data Guru Pendidikan Agama Hindu PNS - Dokumen Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Konawe Tahun 2019. Silahkan unduh filenya di link ini : -
2. Guru Pendidikan Agama Hindu Non PNS
- Data Guru PAH Non PNS - Dokumen Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Konawe Tahun 2019. Silahkan unduh filenya di link ini : Download
Selasa, 17 September 2019
Visi dan Misi Kantor Kemenag Kab. Konawe
Visi adalah cara pandang jauh ke depan ke mana dibawa atau gambaran menantang tentang keadaan masa depan kemana suatu organisasi harus dibawa dan diarahkan agar secara konsisten dan tetap eksis, antisifatif, inovatif serta produktif dan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan. Adapun visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe sebagai berikut; “Terwujudnya Masyarakat Konawe yang Taat Beragama, Rukun, Cerdas, dan Sejahtera Lahir Batin dalam rangka Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong“ (Keputusan Menteri Agama Nomor 39 Tahun 2015) .
Makna dari visi tersebut adalah bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe berkeinginan menjadi instansi yang menjadi pelopor, mediator dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Konawe yang taat beragama, cerdas, maju serta sejahtera lahir dan bathin. Tujuan penetapan visi tersebut adalah :
a. Mencerminkan apa yang ingin dicapai oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe ;
b. Memberi arah dan fokus strategi yang jelas;
c. Memiliki orientasi terhadap masa depan.
Untuk mencapai visi tersebut diperlukan action atau kegiatan yang terencana dan berkesinambungan sampai pada tahun yang ditentukan, dan itu semua dituangkan dalam bentuk misi.
Misi adalah kegiatan yang harus dilaksanakan oleh suatu organisasi untuk merealisasikan visi yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan Visi yang telah ditetapkan, maka misi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe sebagai berikut ;
- Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama.
- Memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama.
- Menyediakan pelayanan kehidupan beragama yang merata dan berkualitas.
- Meningkatkan pemanfaata dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan.
- Mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berkualitas dan akuntabel.
- Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum, dan pendidikan keagamaan.
- Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan terpercaya. ( Keputusan Menteri Agama Nomor 39 Tahun 2015 )
Kemudian dari misi besar tersebut dijabarkan kedalam tujuan, adapun tujuan yang ingin dicapai oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe untuk tahun 2019 - 2024 seperti uraian berikut :
- Mewujudkan pelayanan yang prima bagi kehidupan umat beragama melalui penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan kualitas SDM profesional dan berbudaya;
- Mewujudkan peningkatan pelayanan penghayatan moral dan etika keagamaan melalui pemberdayaan lembaga kegamaan;
- Mewujudkan kerukunan hidup umat beragama melalui pemberdayaan lembaga Agama dan pemberdayaan pranata keagamaan serta pengintensifan dialog keagamaan;
- Mewujudkan peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan yang mampu bersaing dengan lembaga pendidikan sejenis lainnya guna memenuhi tuntutan masyarakat dan dunia kerja;
- Mewujudkan pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji menuju haji mandiri;
- Mewujudkan peningkatan mutu pelayanan publik dan peningkatan kualitas tata kelola kepemerintahan yang akuntabel dan berbasis IT melalui peningkatan profesionalisme aparatur;
Profil Umum Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe
PROFIL UMUM
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KAB. KONAWE
![]() |
| Gbr. Photo Kantor Kemenag Kab. Konawe (Desain Photo Bagian Depan ) |
Kantor Kementerian Agama (KanKemenag) Kabupaten Konawe, beralamat di Jalan Inolobunggadue II No. 603, Kode Pos 93415, Puunaaha – Unaaha Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. KanKemenag Kabupaten Konawe sebagai Instansi pemerintah yang bertugas sebagai pengawal moral bangsa dan menata kehidupan umat beragama di Kabupaten Konawe dalam sistem kehidupan nasional, bertanggungjawab untuk melakukan penataan dan pembinaan secara berkesinambungan, demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang damai, dinamis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Konawe mempunyai tugas membantu pemerintah dalam menyelenggarakan sebagian
tugas pemerintah di bidang Agama dan Keagamaan pada warga masyarakat di
Kabupaten Konawe. Selain tujuan pembangunan bidang agama dan keagamaan
sebagaimana yang telah ditetapkan pada Rencana Strategi Kantor Kemenag Kabupaten Konawe, dalam
menghadapi tugas-tugas pembangunan yang semakin kompleks. Kantor Kemenag Kabupaten Konawe beserta
jajarannya diharapkan mampu menciptakan sesuatu yang mempunyai nilai tambah
dalam mengisi tugas-tugas pembangunan disetiap lini.
Rangkuman : Seputar " Wariga Dewasa"
Rangkuman :
Seputar “WARIGA DEWASA” *)
![]() |
| Gbr. Identitas Rangkuman Dirangkum oleh : I Nengah Sumendra *) |
Om Swastyastu,
Renungan Perangkum :
“ Bilamana beberapa hal yang
kita jalani atau lakoni dalam kehidupan ini dengan sebuah keyakinan dan
kepatuhan terhadap sebuah ATURAN untuk mengukur sebuah KEBENARAN, lalu
bagaimana dengan ATURAN dalam WARIGA DESA ini, apakah kita yakin dan ada dalam
kepatuhan…?. Misalnya: “Seorang Penulis saja bangga dengan kemampuannya memahami
“Teknik Penulisan Karya Tulis” dalam sebuah artikel-artikel karya ilmiahnya. Lalu
bagaiamana kalau kita juga memahami Wariga Dewasa…?. Ternyata hidup ini
berkaitan dengan renungan ini, hanyalah pergulatan untuk menguasai dan memahami
dalil-dalil pembenaran untuk merasa atau mungkin dianggap hebat.
( I Nengah Sumendra,
17/09/2019 ).
Pada umumnya bagi umat Hindu di
Indonesia khususnya di Bali istilah Wariga tidak asing lagi kedengarannya.
Rontal-rontal atau kitab-kitab yang menguraikan tentang baik buruknya hari
sering disebut dengan Wariga. Dalam ajaran Warigalah termuat pemilihan
waktu/hari yang baik sebagai pedoman untuk memulai suatu pekerjaan maupun
melakukan yadnya. Jadi Wariga adalah ilmu tentang perhitungan baik buruknya
hari. Hari-hari itu merupakan simbulis dari benda-benda alam seperti matahari,
bulan dan benda-benda angkasa lainnya. Benda-benda alam mempunyai pengaruh
dalam hidup dan kehidupan ini. Memulai ajaran Wariga para umat dituntun
mempergunakan waktu sebaik-baiknya, sebab hal ini memegang peranan penting
dalam kehidupan manusia maupun yang lainnya.
Senin, 16 September 2019
"Kontruksi Keagamaan dan Keberagamaan Dalam Hindu" - Oleh : Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda
KONTRUKSI KEAGAMAAN
DAN KEBERAGAMAAN DALAM HINDU *)
![]() |
| Oleh: Ida Pandita Mpu Jaya Acharyãnanda *) |
I. PENDAHULUAN
Agama Hindu dimanapun berada adalah agama yang dibudayakan. Artinya dimana agama Hindu itu berkembang di sana pulalah ia memperoleh kemasan atau cassingnya. Sehingga terkesan sebagai agama yang tidak memiliki standar kebakuan. Akibatnya muncullah tudingan dari fihak lain terhadap Hindu sebagai agama tradisi, buatan manusia, agama budaya, agama bumi (tabi’i) atau paganisme. Tudingan negatif semakin bertambah ketika nilai-nilai luhur agama direduksi dengan memposisikan adat sebagai panglima bagi agama Hindu. Wajah Hindu menjadi bias, sehingga kehilangan humanismenya dan menjadi diskriminatif. Kapasitas budaya sebenarnya adalah sebagai media untuk mensosialisasikan ajaran Veda dengan bahasa local agar sampai ajeg menjadi tradisi. Karena peranan budaya ini Hindu sebagai agama tertua warisan dunia masih eksis sampai saat ini, bandingkan dengan agama-agama kuno yang pernah hidup dan berkembang di dunia ini bersamaan dengan agama Hindu saat itu. Sebut saja agama Yunani Kuno, Mesir Kuno, Mesopotamia, Babylonia, Assyria dan lain-lainnya. Berdasarkan sejarah semua agama tersebut sezaman dengan Hindu, kemudian satu persatu berguguran. Lain halnya dengan agama Hindu, kendati usianya sudah sangat tua yakni 80 abad ( a.l.: menurut Tilak yang menggunakan cara astronomi Rg Veda, Veda yang tertua dikomposisikan sejak 6000 SM), namun masih tetap hidup subur dan jaya di permukaan bumi ini. Apakah yang menyebabkan ? Tentunya sangat menarik sekali, seandainya kini dapat disaksikan agama-agama yang sezaman dengan Hindu seperti yang disebutkan di atas masih ada di sekeliling kita.
Minggu, 15 September 2019
Sekar Alit "JARAT - KARU "
SEKAR ALIT "JARAT-KARU" *)
“Kekawian Saking Grya Batur Lebah Gablogan”
Olih - Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lingga PujaKoleksi Pribadi - I Nengah Sumendra *)
Sekar
alit niki kasuratang , Saksat maka
sundih ; Anggen sesuluh kahuripan ring jagat lemah ;
utama rahat punang carita ;
“BRAHMANAJARATKARU”
Mungwing
sari kumuda daging carita ; Ida Sang Jaratkaru sane sampun putus ring sanghyang
aji sastra , keni taler kebyaparan sedih kingking , rikala katemu den sang rumaga atma werdha irika ring ayatana desa , napike sane ngawinang ?
aji sastra , keni taler kebyaparan sedih kingking , rikala katemu den sang rumaga atma werdha irika ring ayatana desa , napike sane ngawinang ?
Kadi
cecangkrimane ;
Sepenan
pedidi twara tawang , nanging sepenan
anak tyos presida ngicalang ;
Maka
kirang langkung daging saha suksmania , ledang nyangkepin sane kirang ,
munggelin sane langkung ;
Durusang
wacenin lan telebang ;
Puput
kawi-sastra olih ;
Ida Rsi Bhujangga
Waisnawa Lingga Puja
Grya Batur
Lebah Gablogan Brembeng Selemadeg
Langganan:
Postingan (Atom)


















