MOTTO

RUKUN DAMAI

OPTIMASLISASI PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KEMENAG KABUPATEN KONAWE MELALUI SIMADU

INTELEKTUALITAS TANPA SILAYUKTI TANPA GUNA

INTELEKTUALITAS TANPA SILAYUKTI TANPA GUNA
Disaat pengetahuan hanya menjadi sebuah ajang untuk menunjukkan intelektualitas, kewibaan, kekuasaan, kebijaksanaan...yang berujung pada rusaknya moralitas dan kedamaian kehidupan....Saraswati dalam keheningan bertanya-tanya kepada Ia atau mereka yang seperti itu...?. Aparan ta prayojananika ring hurip, ring wibhawa, ring kaprajnan, apan wyartha ika kabeh, yan tan tan hana SILAYUKTI. (Sarasamuccaya 160)

WEBSITE UTAMA KANKEMENAG KABUPATEN KONAWE

WEBSITE UTAMA KANKEMENAG KABUPATEN KONAWE
Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten dengan alamat : "www.simadu.info", adalah Website Utama sebagai Pusat Bank Data dan Informasi bagi seluruh satker di Lingkup KanKemenag Kab. Konawe. Sedangkan Website Satker Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kemenag Kab. Konawe adalah website jejaring yang terintegrasi dengan Website Utama KanKemenag Kab. Konawe. Klik gambar pada link ini untuk menuju ke Website Utama KanKemenag Kab. Konawe

Minggu, 15 September 2019

Sekar Alit "JARAT - KARU "


SEKAR ALIT "JARAT-KARU" *)

“Kekawian Saking Grya Batur Lebah Gablogan”
Olih - Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lingga Puja
Koleksi Pribadi - I Nengah Sumendra *)



Sekar alit niki kasuratang  , Saksat maka sundih ; Anggen sesuluh kahuripan ring jagat lemah  ;   utama rahat punang carita  ; 

“BRAHMANAJARATKARU”
Mungwing sari kumuda daging carita ; Ida Sang Jaratkaru sane sampun putus ring sanghyang
aji sastra , keni taler kebyaparan sedih kingking , rikala katemu den sang rumaga atma werdha irika ring ayatana desa , napike sane ngawinang ?

Kadi cecangkrimane ;
Sepenan pedidi twara tawang , nanging  sepenan anak tyos presida ngicalang ;
Maka kirang langkung daging saha suksmania , ledang nyangkepin sane kirang , munggelin sane langkung ;

Durusang wacenin lan telebang ;
Puput kawi-sastra olih ;
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lingga Puja 
Grya Batur Lebah Gablogan Brembeng Selemadeg

Sabtu, 14 September 2019

Guru Hindu Menggelar Sembahyang Bersama Purnama di SDN 3 Sendang Mulya Sari

Gbr. Photo 1 :
Saat I Wayan Sumatra, S.Ag. Memimpin Persembahyangan
di Halaman SDN 3 Sendang Mulya Sari - Menghadap Ketempat Suci Pura


Unaaha (Bimas Hindu Konawe) – Sabtu, 14 September 2019, Guru Pendidikan Agama Hindu I Wayan Sumatra, S.Ag. bersama guru-guru yang beragama Hindu lainnya yang bertugas di Satuan Pendidikan SDN 3 Sedang Mulya Sari Kec. Tongauna Kabupaten Konawe menggelar persembahyangan bersama dengan siswa-siswi Hindu di Tempat Suci Pura yang ada disekolah-nya.

Menurut Wayan Sumatra sebagai Guru Pengampu Mapel Pendidikan Agama Hindu (PAH) di SDN 3 Sedang Mulya Sari, dalam konfirmasinya ke Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe,

"Tradisi Dalam Agama Hindu" Oleh : Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda


TRADISI DALAM AGAMA HINDU *)

Oleh: Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda


I. PENDAHULUAN
         Pelembagaan ajaran agama Hindu tidak dapat dipisakan dari tradisi, adat istiadat, kebiasaan di mana agama Hindu itu berkembang. Tradisi, adat istiadat serta budaya  disebut dengan Acara. Acara ini memiliki  kapasitas sebagai  media untuk mensosialisasikan ajaran Veda dengan bahasa lokal, agar sampai ajeg menjadi tradisi atau Adat Hindu yang kuat, serta memiliki sifat yang kenyal  dan elastis. Akibat salah memposisikan adat dan tradisi  ditambah lagi dengan penanganan yang lebih banyak berpegang pada arogansi kekuasaan, dan berbagai intrik, yang semestinya  adalah agama yang diadatkan, tapi yang terjadi adalah adat yang diagamakan. Nilai-nilai luhur agama mengalami reduksi disebabkan oleh peran   Adat menjadi Panglima bagi agama Hindu di Bali.   Wajah Hindu mengalami bias, sehingga kehilangan humanismenya dan menjadi diskriminatif.  Situasi yang demikian ini merupakan lahan yang empuk timbulnya  konflik secara internal, seperti diskriminasi dalam muput yajna, kasepekang, kanoreyang serta masih banyak kasus-kasus adat atas nama agama.  Kemudian belum lagi tudingan dari pihak lain, jangan disalahkan jika agama Hindu dikatagorikan sebagai agama tradisi, buatan manusia,  agama budaya, agama bumi (tabi’i) atau paganisme. Walaupun telah dilakukan resistensi dengan mengutip sumber teks, Hindu mengalir dari Veda, diwahyukan oleh Tuhan melalui para Maharsi merupakan ajaran yang bersifat “SRUTI”, yang artinya “yang didengar”, bukan buatan manusia atau apauruseyam. Namun tetap saja antara pernyataan dan kenyataan

Kamis, 12 September 2019

Desak - Rai "Sehati Satu Tujuan"


Biografi: Desak Ayu Ruasti S.Ag & Arya Rai Dharmika, S.Ag 
Penyuluh Agama Hindu Non PNS

DESAK-RAI  “SEHATI SATU TUJUAN”

Sehati Satu Tujuan, begitu semangat yang dipelihara oleh Desak Ayu Ruasti bersama suami tercintanya, yang kini aktif sebagai salah satu Penyuluh Agama Hindu Non PNS perempuan di Kabupaten Konawe. Desak begitulah panggilan akrabnya sehari-hari. Ibu muda yang berparas cantik ini lahir pada tanggal 11 November 1985. Anak sulung dari 3 bersaudara, perkawinan dari Bapak Dewa Gede Sandat dan Ibu Desak Ketut Rauh yang berprofesi sebagai buruh tani.

Desak, tumbuh dan besar dilingkungan yang sangat sederhana,  namun keinginannya untuk menimba ilmu pengetahuan di bangku sekolah tidak menyurutkan semangatnya, walaupun sangat menyadari dengan kondisi ekonomi kedua orang tua tidak seperti anak-anak yang lain yang kehidupan ekonomi orang tuanya lebih baik. Jengjang pendidikan mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi dilalui dan dijalaninya dengan penuh semangat. Sekolah di TK Santikumara Ayunan pada tahun 1990- 1991, di SD Negeri 2 Ayunan dari tahun 1991-1998, dan lanjut di SMPN 2 Petang, namun hanya 1 semester kemudian pindah di SMPN 1 BLAKIUH  dari tahun 1998- 2001. 

Setelah tamat di SMPN 1

Kunjungan Penyelenggara Bimas Hindu di SMPN 3 Tongauna

KUNJUNGAN PENYELENGGARA BIMAS HINDU 
KANTOR KEMENAG KABUPATEN KONAWE DI SMPN 3 TONGAUNA


Photo : 1
Saat Bapak Drs. I Nyoman Narpa, M.Fil.H 
bersama Kepala Sekolah SMPN 3 Tongauna Bpk. Mansur, S.Pd. 

Om Swastyastu,
Om Awignam Astu Nama Sidham,

Jumat, 7 September 2018, Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe Bapak Drs. I Nyoman Narpa, M.Fil.H didampingi oleh staf-nya kembali melanjutkan kunjungan-nya ke satuan pendidikan guna bersilahturahmi dengan pihak sekolah terutama dengan Guru Mata Pelajaran yang mengampu Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, guna memperoleh informasi tentang pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu & Budi Pekerti bagi siswa-siswi Hindu di satuan pendidikan tersebut.

Satuan pendidikan yang dikunjungi kali ini adalah SMPN 3 Tongauna. Kehadiran Bapak I Nyoman Narpa,M.Fil.H sudah ditunggu sejak pagi hari oleh pihak sekolah karena sebelumnya telah ada koordinasi dengan Ibu Putu Mediati, S.Ag. selaku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu & Budi Pekerti di sekolah tersebut.

Setibanya di SMPN 3 Tongauna, Bapak I Nyoman Narpa disambut oleh Bapak Mansur, S.Pd selaku Kepala Sekolah (KS) dan didampingi oleh Ibu Putu Mediati dan beberapa guru yang lainnya yang telah berada di ruangan para guru. Bapak I Nyoman Narpa langsung menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangannya. Bapak Mansur selakau Kepala Sekolah menyambutnya dengan sebuah sapaan selamat datang di SMPN 3 Tongauna, inilah kondisi dan keberadaan kami disini, kami sangat senang dikunjungi oleh pihak instansi terkait terlebih dari Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kemenag Kab. Konawe mengingat di SMPN 3 Tongauna ini 75% siswa-siswinya beragama Hindu. Dengan adanya kunjungan ini paling tidak kami dapat menginformasikan kegiatan yang telah berlangsung selama ini bagi siswa-siswi kami yang beragama Hindu baik proses pembelajarannya di ruang kelas ataupun kegiatan ekstrakurikuler-nya.

Penyelenggara Bimas Hindu Bersua di SDN 3 Sendang Mulya Sari

PENYELENGGARA BIMAS HINDU 
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KAB. KONAWE 
BERSUA KE SATUAN PENDIDIKAN DI WILAYAH BINAANNYA



Photo; Saat Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kemenag Kab Konawe 
Bapak Drs. I Nyoman Narpa, M.Fil.H di Ruangan Kepala Sekolah SDN 3 Sendang Mulya Sari 

Guna memperoleh infomasi awal hal-hal yang berkaitan dengan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu yang berlangsung di tingkat SD, SMP dan SMA, maupun yang berlangsung pada Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan Hindu Non Formal seperti sekolah mingguan yang berlangsung di setiap pasraman. Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe khususnya dalam program kerjanya yang berkenaan dengan Pendidikan Agama Hindu mengagendakan kunjungan kerja ke setiap satuan pendidikan yang tersebar di wilayah binaan-nya, terutama pada satuan pendidikan yang di dalamnya terdapat siswa-siswi Hindu-nya. Hal ini dimaksudkan dengan tujuan agar Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Konawe sebagai instansi terkait yang memiliki Tugas dan Fungsi serta Misi dan Visi yang berkenaan dengan Pendidikan Agama Hindu dapat memberi ataupun memperoleh informasi tentang Pendidikan Agama Hindu di wilayah binaan-nya.

Format - Surat Nikah - Citra Wiwaha - Di Keluarkan oleh PHDI Kab. Konawe - Dok. Bimas Hindu Konawe

FORMAT : SURAT NIKAH - CITRA WIWAHA 
YANG DIKELUARKAN OLEH PHDI KABUPATEN KONAWE

( Cover Surat Nikah - Citra Wiwaha )
Om Swastyastu, 

Blongko - Buku Nikah atau Surat Nikah (Citra Wiwaha) ini diunggah dalam Blogger "CORONG PENYELENGGARA BIMAS HINDU KEMENAG KAB. KONAWE" ini, dimaksudkan sebagai bahan atau Media Informasi awal bagi masyarakat Hindu dan pihak-pihak terkait yang membutuhkannya, khususnya kepada para pengurus Parisada di Tingkat Desa dan Lembaga Agama / Desa Adat Agama di Seluruh Kabupaten Konawe dalam memberlangsungkan perkawinan sesuai dengan Adat dan Acara Agama Hindu. Blongko ini sebagai bahan dasar agar terjadi keseragaman Surat Nikah (Citra Wiwaha) di Kabupaten Konawe. Kemudian untuk dipergunakan sebagai bahan dalam mencatatkan perkawinannya di Catatan Sipil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semoga Bermanfaat.









Om Subhamastu,
Loka Samastha Sukhino Bhavantu
Om Santih, Santih, Santih Om

Unaaha, 18 Mei 2018
Posting By. :
Staf Administrasi Penyelenggara Bimas Hindu 
Kementerian Agama Kabupaten Konawe 
( INS )